Kamis, 22 Juni 2017

Pandangan Islam tentang Yesus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Pandangan Islam tentang Yesus berbeda dengan ajaran Kristen. Perbedaan utama terletak pada persoalan ketuhanan Yesus, yang dalam manuskrip al-Qur'an dan bahasa Arab disebut Isa al-Masih. Pemeluk Islam mempercayai Isa Al Masih adalah seorang nabi dan juga seorang rasul yang diutus khusus untuk bangsa Israel. (makna rasul di dalam Islam berbeda dengan maknanya di dalam Kristen, lihat artikel tentang nabi). Dalam ajaran Islam, ia termasuk salah satu nabi yang termasuk rasul Ulul Azmi, yaitu rasul yang sabar dan tabah dalam mendakwahkan ajaran Allah. Nama Yesus sendiri (tanpa kata ganti orang) disebutkan sebanyak dua puluh delapan kali di dalam al-Qur'an.
Beberapa catatan penting mengenai Yesus dalam al-Qur'an dan hadist:
  • Silsilah Isa tersambung dari Ibrahim melalui putranya Ishaq, di mana Nabi Muhammad juga berasal dari keturunan saudaranya Ismail.
  • Isa adalah salah satu nabi yang tergolong dalam ulul azmi, yakni nabi dan rasul yang memiliki kedudukan tinggi (istimewa) bersama dengan Muhammad, Ibrahim, Musa dan Nuh.
  • Isa hanya diutus khusus untuk kaum Bani Israil.[1]
  • Isa bukanlah Tuhan maupun anak Tuhan,[2] melainkan salah seorang manusia biasa yang diangkat menjadi nabi dan rasul, sebagaimana juga setiap nabi lain yang diutus pada masing-masing kaum.
  • Kelahiran Yesus terjadi dengan ajaib, tanpa ayah biologis, atas kekuasaan Tuhan. Ibunya yang bernama Maryam, adalah dari golongan mereka yang suci dan selalu mendekatkan diri kepada Tuhan.
  • Isa memiliki beberapa mukjizat atas kekuasaan Tuhan. Di samping kelahirannya, Ia mampu berbicara saat berumur hanya beberapa hari,[3] ia berbicara dan membela Ibunya dari tuduhan perzinaan. Dalam Qur'an juga diceritakan saat Ia menghidupkan orang yang sudah mati, menyembuhkan kebutaan dan lepra.
  • Isa menerima wahyu dari Tuhan yakni Injil (merujuk pada perjanjian baru agama Kristen), namun versi yang dimiliki oleh umat Kristen saat ini, menurut umat Islam telah diubah dari versi aslinya. Beberapa pendapat dalam Islam menyebutkan bahwa Injil Barnabas adalah versi Injil paling akurat yang ada saat ini.[4]
  • Yesus diangkat ke langit kedua[5] oleh Allah.[6]
  • Yesus tidak dibunuh maupun disalib.[7]
    Terdapat beberapa pendapat yang mengatakan bahwa salah seorang musuhnya diserupakan dengan dia dan musuhnya yang diserupakan itu adalah orang yang disalib, sementara adapula pendapat lain yang mengatakan bahwa yang disalib oleh tentara Roma bukan Isa melainkan salah seorang pengikutnya yaitu Yudas Iskariot. Sedangkan dalam kisah yang dibawakan oleh Ibnu Abbas, menyatakan bahwa yang disalib adalah muridnya yang masih muda dan setia pada Isa.[8]
  • Isa masih hidup dan suatu hari Ia akan datang kembali ke bumi untuk membunuh Dajjal dan menghadapi sekelompok manusia perusak yaitu Ya’juj dan Ma’juj, dan kedua hal tersebut merupakan salah satu tanda-tanda besar dekatnya akhir zaman.
  • Isa bukan penebus dosa manusia, Islam menolak konsep dosa turunan dan menganut konsep bahwa setiap manusia akan bertanggung jawab dan hanya akan diadili atas perbuatannya sendiri.

https://id.wikipedia.org/wiki/Pandangan_Islam_tentang_Yesus


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silankan Mengisi Komentar anda dan email